NETWORKING FUNDAMENTAL

 Nama: Muhammad Ali Haydar

Kelas: X1 TJKT 1

Mapel: (TJKN) T

CHAPTER 2
NETWORKING
FUNDAMENTAL

Rangkuman:

C2.1. 7 OSI Layer
 Open System Interconection atau disingkat OSI adalah
sebuah model yang digunakan
untuk membantu desainer jaringan dalam memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang
berhubungan dengan aliran komunikasi data. Layer OSI adalah model arsitektural jaringan
yang dikembangkan oleh Badan International Organization of Standardization (ISO) di
wilayah Eropa pada tahun 1977.


Model OSI secara konseptual terbagi ke dalam tujuh lapisan dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik. Berikut adalah tujuh layer OSI :

  •  Layer 7 Application
Layer ini menyediakan layanan untuk aplikasi pengguna, selain itu layer ini
bertanggungjawab terhadap pertukaran informasi antara program komputer. Data
pada layer ini berbentuk data.

  •  Layer 6 Presentation
Layer ini menyediakan layanan pengkonversian dan pemformatan data sebelum di
transfer. Layer ini membentuk kode konversi, kode translasi, dan enkripsi. Data pada
layer ini berbentuk data.

  •  Layer 5 Session
Layer ini menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara, dan mengatur
koneksi agar saling berhubungan satu sama lain. Data pada layer ini berbentuk data

  •  Layer 4 Transport
Layer ini membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar
terminal, dan menyediakan penanganan error. Layer ini juga bertanggung jawab
mencari jalur (routing) yang kosong untuk transmisi data. Data pada layer ini
berbentuk segmen.

  •  Layer 3 Network
Layer ini menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama
perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk
paket dan perangkat yang ada pada layer network adalah router. Pada Layer ini
pengalamatan yang digunakan dalam bentuk desimal seperti 192.168.1.0.

  •  Layer 2 Data Link
Layer ini menyediakan link untuk data, memaketkan data menjadi frame yang
berhubungan dengan hardware, komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur
komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error. Data pada
layer ini berbentuk frame dan perangkat yang ada pada layer ini adalah switch. Pada
layer ini pengalamatan yang digunakan dalam bentuk heksadesimal seperti A1-B2-C3-
D3-E4-88.

  •  Layer 1 Physical
Layer ini bertanggung jawab terhadap proses data menjadi bit dan mentransfernya
melalui media dan menjaga koneksi fisik antar sistem. Data pada layer ini berbentuk
bit dan perangkat yang ada pada layer ini adalah hub kabel kabel jaringan. Pada layer
ini pengalamatan yang digunakan dalam bentuk biner seperti 11110000.





C2.2. 4 Layer TCP/IP Transmission Control Protocol/Internet Protocol atau disingkat TCP/IP adalah standar komunikasi data atau protocol yang digunakan dalam internet dalam proses tukarmenukar data dari satu komputer ke komputer lainnya. Protokol TCP/IP dikembangkan pada tahun 1970 hingga 1980 oleh Defense Advance Research projects Agency (DARPA).  



Secara konseptual layer TCP/IP terdiri dari empat, antara lain sebagai berikut :
  •  Layer 4 Application
Layer ini bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap
layanan jaringan.

  •  Layer 3 Transport
Layer ini bertanggung jawab membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang
bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless.

  •  Layer 2 Internet
Layer ini bertanggung jawab melakukan pemetaan atau routing dan mengenkapsulasi
paket-paket data jaringan menjadi paketpaket IP.

  •  Layer 1 Network Interface
Layer ini bertanggung jawab meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan
yang digunakan. 



C2.3. IPv4 IP Address versi 4 (IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IPv4. IPv4 memiliki panjang 32 bit dan dibagi menjadi 4 blok. Masing-masing blok berukuran 8 bit dan ditulis dalam bilangan desimal dengan nilai berkisar antara 0 hingga 255. IPv4 ditulis dalam notasi desimal bertitik yang dibagi ke dalam empat buah oktet dengan masing-masing berukuran 8 bit. Format notasi tersebut dikenal dengan dotted-decimal format. 



A. Jenis IP versi 4 berdasarkan identitasnya
IPv4 yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask
jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni :

1. Network Identifier (NetID) atau Network Address.
NetID adalah alamat yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat
jaringan di mana host berada.


2. Host Identifier (HostID) atau Host address.
HostID adalah alamat yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host.


B. Jenis IP versi 4 berdasarkan ketentuan penggunaanya
Berdasarkan ketentuan penggunaanya IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai
berikut:

 1. Alamat Unicast
Alamat unicast merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka
jaringan yang dihubungkan ke sebuah internetwork IP. Alamat unicast digunakan
dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one. Alamat unicast menggunakan kelas
A, B, dan C dari kelas-kelas alamat IPv4. Sebuah alamat unicast dibedakan dengan
alamat lainnya dengan menggunakan subnet mask. Alamat unicast dibagi menjadi
dua, yaitu alamat publik dan alamat private.


2. Alamat Publik

Alamat publik adalah alamat-alamat yang telah ditetapkan dan berisi beberapa buah

network identifier yang telah dijamin unik jika intranet tersebut telah terhubung ke

Internet.

3. Alamat Private

Alamat Privat adalah alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi. Sebuah

jaringan yang menggunakan alamat IP privat disebut juga dengan jaringan privat atau

private network.


4. Alamat Multicast

Alamat multicast merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau

beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast

digunakan dalam komunikasi one-to-many. Alamat-alamat multicast IPv4

didefinisikan dalam ruang alamat kelas D dalam kelas IPv4.


5. Alamat Broadcast

Alamat broadcast merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap

node dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam

komunikasi one-toeveryone. Jenis alamat broadcast antara lain sebagai berikut :

  •  Network Broadcast

Network broadcast IPv4 adalah alamat yang dibentuk dengan cara

mengkonfigurasi semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang

menggunakan kelas (classful).

  •  Subnet Broadcast

Subnet broadcast adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit

host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang tidak menggunakan kelas (classless).

  •  All Subnets Directed Broadcast

All subnets directed broadcast adalah alamat broadcast yang dibentuk dengan

mengkonfigurasi semua bit-bit network identifier yang asli yang berbasis kelas

menjadi 1 untuk sebuah jaringan dengan alamat tak berkelas (classless).

6. Limited Broadcast

Limited broadcast adalah alamat yang dibentuk dengan mengkonfigurasi 32 bit alamat IPv4 menjadi 1. Alamat ini digunakan ketika sebuah node IP harus melakukan penyampaian data secara one-to-everyone di dalam sebuah jaringan lokal tetapi ia belum mengetahui network identifiernya.  


C. Jenis IP versi 4 berdasarkan kelasnya

Dalam RFC 791 alamat IPv4 dibagi ke dalam lima kelas.



D. Format Prefix IP versi 4
Dalam IPv4 sebuah alamat dapat direpresentasikan dengan menggunakan angka prefiks
yang merujuk kepada subnet mask yang digunakan. Prefix adalah sebuah bagian dari IP
yang memiliki nilai-nilai tetap dan menjadi bagian dari sebuah rute atau subnet identifier.



Panjang prefix menentukan jumlah bit terbesar paling kiri yang membuat prefix subnet.
Jika dalam sebuah IPv4 menggunakan prefix /24 maka jumlah bit 1 dari 32 bit deretan
bilangan biner berjumlah 24.


C2.4. Subnetting (IPv4)
Subnetting adalah cara untuk menentukan jumlah penggunaan IP Address yang paling
sesuai dengan kebutuhan atau jumlah host yang ada dalam jaringan. Ketika mendengar subnetting
umumnya yang ditanyakan atau dicari adalah jumlah host per subnet, jumlah ip address per
subnet, jumlah blok subnet, network, host, dan broadcast. Untuk menjawab pertanyaan tersebut
umumnya yang digunakan adalah prefix atau netmask yang digunakan.
Atau lebih mudahnya Subnetting adalah teknik memecah network (jaringan komputer) menjadi
beberapa subnetwork yang lebih kecil. Subnetting hanya dapat dilakukan pada IP Address kelas A,
kelas B, dan Kelas C saja. Subnet Mask adalah istilah teknologi informasi yang fungsinya untuk
membedakan Network ID dan Host ID atau sebagai penentu jumlah Network ID dan Host ID
pada deretan kode biner. Selain membedakan Network ID dengan Host ID, Subnet Mask juga
berfungsi untuk menentukan alamat tujuan paket data.

  •  Network ID merupakan IP Pertama dalam suatu Subnet
  •  Broadcast ID merupakan IP terakhir dalam suatu Subnet
  •  Host ID merupakan IP yang berada diantara IP Network dan IP Broadcast
Jumlah binary dalam IPv4 : 32bit
Jumlah alamat IPv4 : Lebih dari 4 Milyar
Terbagi menjadi 3 kelas : Kelas A, B, C
Untuk memudahkan, gambar di bawah merupakan table subnetting



Perlu diketahui netmask diperoleh dari prefix, misal IP Address 192.168.1.0 dengan prefix 30
atau umumnya ditulis dengan 192.168.1.0/30 maka netmasknya adalah hasil dari
penghitungan nilai biner dari prefix. Prefix /30 memiliki arti jumlah bit 1 dari total 32 bit
IPv4 ada 30 dan jika ditulis sebagai berikut.



Setelah total bit 1 tiap-tiap oktet diketahui maka dapat dilakukan konversi bilangan dari biner
ke decimal





Dari tahapan tersebut dapat diketahui bahwa netmask dari 192.168.1.0/30 adalah
255.255.255.252

Setelah mengetahui prefix dan Netmask maka dapat digunakan untuk mengetahui jumlah ip
address, jumlah host address, network, dan broadcast. Berikut adalah cara untuk menentukan
ip address, jumlah host, network, dan host pada IPv4 kelas C

IP Address 192.168.1.1/30
Netmask 255.255.255.0

Jumlah IP Address adalah 256 dikurangi nilai desimal oktet ke-4 256 – 252 = 4 IP Address

Jumlah Host Address adalah jumlah IP Address dikurangi 2, 2 adalah IP Address Network
dan dan IP Address Broadcast. 4 – 2 = 2 Host Address

Blok subnet adalah urutan IP Address sesuai jumlah IP Address, Blok Subnet Ke-1nya adalah

IP Address Ke-1 192.168.1.0
IP Address Ke-2 192.168.1.1
IP Address Ke-3 192.168.1.2
IP Address Ke-4 192.168.1.3

Network Address adalah IP Address yang paling atas atau pertama, jadi Network Address
adalah 192.168.1.0

Broadcast Address adalah IP Address yang paling bawah atau terakhir, jadi Broadcast
Address adalah 192.168.1.3





Komentar